Kamis, 17 Maret 2016

PENGERTIAN MANAJEMEN PERSONALIA

Pengertian Manajemen Personalia

Pengertian Manajemen Personalia Dan TujuanSerta Fungsinya:
A.   Pengertian Manajemen Personalia
Manajemen personalia adalah suatu perencanaan,pembagian kompensasi, penginterprestasian, pengembangan,  serta pemeliharaan tenaga kerja dengan maksud untuk dapat membantu tercapainya suatu tujuan perusahaan, individu dan juga masyarakat (Ranupandojo serta  Husnan, 2002).
Menurut Manullang (2001:156) menyatakan bahwa manajeman personalia adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara memberikan suatu fasilitas untuk perkembangan, pekerjaan dan juga rasa partisipasi pekerjaan didalam suatu kegiatan atau aktivitas.
Manajemen personalia adalah suatu ilmu seni untuk dapat melaksanakan antara lain perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, sehingga dapat efektivitas serta juga efisiensi personalia dapat ditingkatkan semaksimal mungkin didalam mencapai tujuan (Nitisemito, 1996:143).

B.   Tujuan Manajemen Personalia
Tujuan dari manajemen personalia berhubungan dengan tujuan perusahaan dengan secara umum. Hal tersebut disebabkan karena manajemen perusahaan itu berusaha untuk dapat menimbulkan efisiensi didalam bidang tenaga kerja ialah sebagai efisiensi keuntungan serta  kontinuitas.
(Manullang, 2001:165) Tujuan manajemen personalia terdapat 2(dua) macam, yakni  :
1.      Production Minded (efisiensi dan daya guna);
2.      People Minded (Kerja sama).
Karena itu manajemen personalia ini menyangkut usaha untuk menciptakan kondisi dimana setiap karyawan didorong untuk memberikan sumbangan sebaik mungkin bagi majikannya, karena tidak dapat mengharapkan efisiensi yang maksimal tanpa kerjasama yang penuh dari para karyawan/anggota.

C.   Fungsi Manajemen Personalia
Fungsi manajemen personalia terdiri dari :
a)    Fungsi Perencanaan
Perencanaan berarti menentukan program personalia yang akan membantu mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Tujuan ini memerlukan partisipasi aktif dari manajer personalia.
b)    Fungsi Pengorganisasian
Jika perusahaan telah menentukan fungsi-fungsi yang harus dijalankan oleh karyawannya, maka manajer personalia harus membentuk organisasi dengan merancang susunan dari berbagai hubungan antara jabatan personalia dan faktor-faktor fisik. Organisasi merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan.
c)    Fungsi Pengarahan
Apabila manajer sudah mempunyai rencana dan sudah mempunyai organisasi untuk melaksanakan rencana tersebut, fungsi selanjutnya adalah mengadakan pengarahan terhadap pekerjaan. Fungsi itu berarti mengusahakan agar karyawan bekerja sama secara efektif.
d)    Fungsi Pengawasan
Pengawasan adalah mengamati dan membandingkan pelaksanaan dengan rencana dan mengoreksinya apabila terjadi penyimpangan. Dengan kata lain pengawasan adalah fungsi yang menyangkut masalah pengaturan berbagai kegiatan sesui dengan rencana personalia yang dirumuskan sebagi dasar analisis dari tujuan organisasi fundamental.
Fungsi manajemen personalia secara operasionalnya terdiri dari :
a)    Fungsi Pengadaan 
Fungsi pengadaan adalah menyediakan sejumlah tertentu karyawan dan jenis keahlian yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuan tersebut menyangkut masalah pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, proses seleksi dan penempatan kerja.
b)    Fungsi Pengembangan 
Fungsi pengembangan yaitu karyawan yang telah diperoleh dengan malalui pelatihan dengan tujuan untuk mengembagkan ketrampilan. 
c)    Fungsi Pemberian kompensasi 
Fungsi pemberian kompensasi adalah pemberian penghargaan yang adil dan layak terhadap para karyawan sesuai dengan sumbangan mereka dalam mencapai tujuan perusahaan.
d)    Fungsi Pengintegrasian 
Fungsi Pengintegrasian adalah menyangkut penyesuaian keinginan dari individu dengan keungan pihak perusahaan dan masyarakat.
e)    Fungsi Pemeliharaan 
Fungsi pemeliharaan adalah mempertahankan dan meningkatkan kondisi yang telah ada. 

D.   Tugas Manajemen Personalia
Tugas yang paling utama dari bagian personalia adalah menyediakan tenaga kerja dalam kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan oleh masing-masing bagian dalam perusahaan. Ini berarti bagian personalia memberikan layanan kepada bagian-bagian lain agar lebih mudah melaksanakan tugasnya.
(Manullang, 2001) mengatakan bahwa bagian personalia harus melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai pelayan bagi bagian-bagian lain di dalam perusahaan, maka tugas manajemen personalia tersebut sebagai berikut :
1)    Membuat anggaran tenaga kerja yang diperlukan;
2)    Membuat job analysis, job description, dan job spesification;
3)    Menentukan dan memberikan sumber-sumber tenaga kerja;
4)    Mengurus dan mengembangkan proses pendidikan dan pendidik;
5)    Mengurus seleksi tenaga kerja
6)    Mengurus soal-soal pemberhentian (pensiun);
7)    Mengurus soal-soal kesejahteraan

E.     Refrensi
Manullang. M., Marihot. Manullang. 2001. Manajemen Personalia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Alex S. Nitisemito, 1996. Manajemen Personalia, Jakarta : Graha Indonesia.
Hidjrachinan Ranupandojo dan Suad Husnan. 2002. Manajemen Personalia,. Edisi 4, Yogyakarta: Pustaka Binawan Presindo.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar